Belajar Langsung di RSUD Kartini, Peserta PKPA UMPP Dalami IPC Bersama Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Pekalongan – Peserta Program Pendidikan Profesi Apoteker (PKPA) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) mengikuti kegiatan Interprofessional Collaboration (IPC) bersama dokter Spesialis Penyakit Dalam di RSUD Kartini. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran lapangan yang bertujuan memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik pelayanan kesehatan berbasis kolaborasi antarprofesi.

Melalui kegiatan IPC, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kompetensi farmasi klinis dengan melibatkan berbagai perspektif tenaga kesehatan. Kolaborasi ini diharapkan mampu membekali mahasiswa dalam menganalisis permasalahan pelayanan kesehatan secara komprehensif, efisien, efektif, serta berorientasi pada keselamatan dan kebutuhan pasien.

Narasumber kegiatan, apt. Rizqi Aulia Rachim, M.Farm, menyampaikan bahwa penerapan IPC memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan pasien di rumah sakit. Menurutnya, kolaborasi yang baik antarprofesi dapat menurunkan risiko medication error, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menciptakan komunikasi yang terbuka dan saling menghargai peran masing-masing tenaga kesehatan.

“IPC sangat penting dalam keselamatan pasien karena kolaborasi yang efektif dapat menghasilkan perawatan yang lebih optimal dan efisien,” jelasnya.

Kegiatan ini juga memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa PKPA sebagai calon apoteker. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktik dalam menjalankan peran apoteker klinis, salah satunya melalui pemberian rekomendasi pengobatan berbasis bukti kepada dokter agar terapi yang diberikan lebih sinergis dan efektif.

Selain itu, mahasiswa juga mempelajari peran apoteker dalam memberikan konseling dan edukasi kepada pasien terkait pengobatan yang dijalani. Edukasi ini dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien terhadap terapi yang diberikan.

Melalui kegiatan IPC di RSUD Kartini, mahasiswa PKPA UMPP diharapkan semakin siap menghadapi dunia kerja profesional. Pengalaman kolaborasi lintas profesi ini menjadi bekal penting dalam membentuk apoteker yang kompeten, komunikatif, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.

Kutipan Al-Quran :

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh. (QS. Fussilat: 44).

Berita Lain