Akselerasi Kompetensi Staf SAHDU UMPP melalui National Dissemination Forum on Disability untuk Pendidikan Tinggi Inklusif di Indonesia

Pekalongan – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi staf Student Affairs and Higher Education Disability Unit (SAHDU) UMPP dalam kegiatan National Dissemination Forum on Disability yang membahas penguatan pendidikan tinggi inklusif di Indonesia.

Forum nasional ini menjadi ruang strategis untuk berbagi pengetahuan, praktik baik, serta kebijakan terkait pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di lingkungan perguruan tinggi. Melalui kegiatan ini, staf SAHDU UMPP memperoleh wawasan komprehensif mengenai pengembangan layanan ramah disabilitas, mulai dari aspek akademik, administrasi, hingga dukungan non-akademik.

Partisipasi dalam forum tersebut diharapkan mampu mempercepat peningkatan kompetensi staf SAHDU UMPP dalam mendampingi mahasiswa penyandang disabilitas. Berbagai materi yang disampaikan, seperti strategi layanan inklusif, adaptasi pembelajaran, serta penguatan kebijakan kampus ramah disabilitas, menjadi bekal penting dalam pengembangan sistem pendukung di UMPP.

Selain itu, forum ini juga membuka peluang jejaring dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi dari berbagai daerah. Pertukaran pengalaman antarperguruan tinggi menjadi nilai tambah dalam merumuskan langkah-langkah konkret untuk menciptakan lingkungan kampus yang setara, adil, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa.

Melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di SAHDU, UMPP berupaya memastikan bahwa setiap mahasiswa, termasuk penyandang disabilitas, memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses layanan pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi UMPP sebagai perguruan tinggi yang menjunjung tinggi nilai inklusivitas, keberagaman, dan keadilan sosial.

Keikutsertaan staf SAHDU UMPP dalam National Dissemination Forum on Disability ini menjadi bagian dari langkah berkelanjutan universitas dalam mendukung terwujudnya pendidikan tinggi inklusif di Indonesia, sekaligus memperkuat peran UMPP dalam memberikan layanan pendidikan yang ramah dan berkeadilan bagi semua.

Kutipan Al-Quran :

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh. (QS. Fussilat: 44).

Berita Lain