Pengajian Warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Wonokerto: Perkuat Nilai Spiritual dan Sosial Melalui Halal Bi Halal

Pekalongan, 6 April 2026 — Warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Wonokerto menggelar Pengajian Silaturahim dan Halal Bi Halal bertema “Halal Bi Halal dalam Pandangan Islam: Nilai Spiritual dan Sosialnya” di Masjid Al Falah Wonokerto Kulon. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah pasca-Idulfitri.

Hadir sebagai narasumber, Ustadz Dr. H. Ali Trigiatno, M.Ag, Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, yang menyampaikan bahwa halal bi halal bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki makna mendalam dalam ajaran Islam, baik dari sisi spiritual maupun sosial.

Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa halal bi halal bertujuan untuk saling menghalalkan dan memaafkan, khususnya bagi individu yang sebelumnya memiliki hubungan kurang harmonis. Momentum ini menjadi sarana memperbaiki relasi dan menjaga keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Halal bi halal bukan hanya seremonial, tetapi upaya nyata memperbaiki hubungan antarsesama agar lebih baik ke depan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antarmanusia (?ablum minann?s), mengingat dosa yang berkaitan dengan sesama memiliki dampak luas, terlebih jika menyangkut kepentingan publik seperti korupsi. Perilaku tersebut termasuk dosa besar karena merugikan banyak pihak.

Lebih lanjut, ia memaparkan beberapa langkah efektif dalam melaksanakan halal bi halal, di antaranya menyampaikan permohonan maaf dengan tulus, memberi dan menerima maaf, bersalaman sebagai simbol rekonsiliasi, serta mempererat hubungan melalui pemberian hadiah.

Nilai saling memaafkan ini selaras dengan ajaran Al-Qur’an, sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nur ayat 22 yang mengajak umat untuk berlapang dada dan memaafkan, serta QS. Ali Imran ayat 133–134 yang menegaskan keutamaan menahan amarah dan memberi maaf kepada sesama.

Selain itu, ia juga mengutip hadis Rasulullah ? yang menganjurkan untuk saling memberi hadiah sebagai bentuk mempererat kasih sayang antarsesama.

Pengajian berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diakhiri dengan doa bersama, memohon keberkahan, ampunan, serta terjalinnya hubungan yang semakin erat di antara warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Wonokerto.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai spiritual semakin menguat dan kehidupan sosial masyarakat dapat terbangun secara harmonis dalam bingkai ajaran Islam.

Kutipan Al-Quran :

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah (12). Kemudian Kami menjadikannya air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)(13). Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik (14). (QS. Al-Mu’minun : 12 – 14)

Berita Lain