Mahasiswa UMS Asal Mesir Lulus dengan IPK 4,00, Kuasai Riset Perbankan Syariah
Pekalongan— Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa internasional di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Seorang mahasiswi asal Mesir, Mariam Ahmad Hamza Serour Elbanna, berhasil meraih predikat lulusan terbaik pada Upacara Wisuda Sarjana, Magister, dan Doktor Periode III Tahun Akademik 2025/2026.
Mariam menuntaskan studi pada Program Magister Hukum Ekonomi Syariah dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00. Capaian tersebut sekaligus menempatkannya sebagai salah satu wisudawan terbaik pada periode kali ini.
“Alhamdulillah saya juga menjadi mahasiswa terbaik,” ujar Mariam usai prosesi wisuda, Sabtu (4/4).
Keberhasilan tersebut tidak hanya tercermin dari nilai akademik, tetapi juga dari kiprahnya dalam dunia penelitian ilmiah. Selama menempuh studi di UMS, Mariam berhasil mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional terindeks Scopus Q3.
Penelitiannya mengangkat topik Basel Accord dan Islamic Banking, yang membahas penerapan regulasi perbankan internasional dalam sistem perbankan syariah. Menurutnya, aturan Basel Accord selama ini lebih banyak digunakan pada bank konvensional, sehingga diperlukan pendekatan berbeda ketika diterapkan pada bank syariah.
Mariam menjelaskan bahwa sistem perbankan syariah memiliki karakteristik khusus, seperti sukuk, larangan riba, dan prinsip muamalah, yang membutuhkan fokus regulasi berbasis nilai-nilai Islam.
“Karena aturan itu khas untuk bank non-Islam, tetapi hari ini dicoba di bank syariah. Saya membandingkan penerapannya karena di bank syariah ada sukuk, riba, dan muamalah. Jadi perlu fokus yang lebih sesuai dengan prinsip Islam,” jelasnya.
Perjalanan akademik Mariam menuju publikasi jurnal bereputasi internasional juga tidak berlangsung mudah. Ia mengaku sempat mengalami kesulitan memahami proses publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.
Namun, berkat pendampingan dan bimbingan dari dosennya, Dr. Muthoifin, ia berhasil melewati proses tersebut hingga meraih hasil yang membanggakan.
Saat ini, Mariam telah mencatatkan sejumlah publikasi ilmiah, yakni dua artikel pada jurnal Scopus Q1, dua artikel pada jurnal Scopus Q3, serta beberapa publikasi pada jurnal terindeks Sinta.
Selain pencapaian akademik, Mariam juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama belajar di Indonesia. Ia merasa memperoleh banyak ilmu, teman, serta pengalaman budaya yang memperkaya wawasannya.
“Belajar di Indonesia alhamdulillah saya dapat banyak ilmu, dapat banyak teman-teman. UMS is the best, yang terbaik di dunia ini,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para dosen, teman-teman, dan pihak International Office UMS yang telah banyak membantu selama masa studi.
Ke depan, Mariam berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3) di UMS dengan harapan memperoleh dukungan beasiswa.
Sementara itu, pada wisuda periode ini, UMS meluluskan total 2.519 mahasiswa, yang terdiri atas lulusan sarjana, magister, dan doktor. Sebanyak 1.329 wisudawan meraih predikat cumlaude, sementara 1.465 lulusan telah menghasilkan publikasi ilmiah di jurnal bereputasi.
Prestasi Mariam menjadi bukti bahwa dedikasi, ketekunan, dan semangat riset mampu mengantarkan mahasiswa meraih capaian akademik tertinggi, sekaligus mengharumkan nama kampus di tingkat internasional.
