UMPP Kembali Torehkan Prestasi, Enam Dosen Lolos Hibah Pengabdian Masyarakat 2026

Pekalongan, — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan sejumlah enam dosennya dalam memperoleh Hibah Pengabdian Masyarakat Tahun 2026.

Capaian ini diumumkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UMPP berdasarkan Surat Dirjen Riset dan Pengembangan Nomor 94/DST/C/AL.04.02/2026. Melalui pengumuman tersebut, enam dosen UMPP dinyatakan berhasil lolos dalam program hibah pengabdian masyarakat pada berbagai skema.

Adapun dosen yang berhasil memperoleh hibah tersebut antara lain Bdn. Risqi Dewi Aisyah, SST., MPH dari Program Studi Pendidikan Profesi Bidan pada skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), Nur Kholidah, SE.Sy., ME dari Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Bdn. Suparni, SST., M.Kes dari Program Studi Sarjana Kebidanan pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Firman Faradisi, Ns., MNS dari Program Studi Diploma III Keperawatan pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), Bdn. Nur Intan Kusuma, SST., M.Keb dari Program Studi Pendidikan Profesi Bidan pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), serta Ir. Ghoni Musyahar, ST., MT. dari Program Studi Sarjana Teknik Elektro pada skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen UMPP dalam mendukung tridarma perguruan tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat. Program hibah ini diharapkan mampu menjadi sarana bagi dosen untuk memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan yang inovatif, solutif, dan berdampak nyata.

Pihak kampus menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut dan berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Kutipan Al-Quran :

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh. (QS. Fussilat: 44).

Berita Lain