Musykom VII IMM Al-Fatih FTIK UMPP Tekankan Kader Visioner dan Progresif

PEKALONGAN — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al-Fatih Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (FTIK UMPP) menggelar Musyawarah Komisariat (Musykom) ke-VII pada Sabtu (25/4). Kegiatan ini menitikberatkan pada upaya mencetak kader yang visioner dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Musykom yang diikuti sekitar 30 peserta tersebut menjadi forum evaluasi kepengurusan sekaligus penentuan arah organisasi ke depan. Ketua Umum PK IMM Al-Fatih periode 2025/2026, Galang Eka Ardyansyah, menyebut kegiatan ini sebagai momentum penting dalam regenerasi kepemimpinan.

“Musykom bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang evaluasi dan penentuan arah gerak organisasi ke depan,” ujarnya dalam sambutan.

Dukungan juga datang dari pihak fakultas. Wakil Dekan FTIK UMPP, Imam Rosyadi, menilai mahasiswa teknik perlu aktif berorganisasi untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan selain kompetensi akademik.

Sementara itu, Pembina PK IMM Al-Fatih, Agung Dwi Hanggoro, menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembentukan karakter dalam proses kaderisasi.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Perwakilan PC IMM Pekalongan, Dani Muntaqo, turut mengapresiasi jalannya Musykom dan berharap kepengurusan baru mampu menciptakan organisasi yang harmonis serta progresif.

Melalui sidang pleno, forum menetapkan Bill Ba’di Mitsaqon sebagai Ketua Umum, Zahra Aulia sebagai Sekretaris Umum, dan Melizya Citra sebagai Bendahara Umum PK IMM Al-Fatih FTIK UMPP periode selanjutnya.

Dalam sambutan perdananya, Bill menyatakan komitmennya untuk mengembangkan organisasi sesuai dengan tema yang diusung.

“Kami siap menjalankan amanah dan membawa PK IMM Al-Fatih menjadi lebih berkembang,” ujarnya.

Dengan terselenggaranya Musykom VII ini, PK IMM Al-Fatih diharapkan mampu terus berkontribusi dalam membentuk kader mahasiswa yang progresif dan berkemajuan.

 

 

 

Kutipan Al-Quran :

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh. (QS. Fussilat: 44).

Berita Lain