UMPP Wujudkan Tri Dharma di Tingkat Global melalui Pengabdian Masyarakat Bersama PERMAI Brunei Darussalam

Brunei Darussalam – Komitmen Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya diwujudkan di dalam negeri, tetapi juga pada tingkat internasional. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan bersama Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMAI) Brunei Darussalam pada rangkaian Kunjungan Akademik UMPP, 1–5 Juli 2026.

Melibatkan dosen dari berbagai disiplin ilmu kesehatan, kegiatan ini menghadirkan layanan edukasi dan pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat Indonesia yang berada di Brunei Darussalam. Materi yang diberikan meliputi pencegahan dan pengelolaan Diabetes Mellitus, kesehatan reproduksi pada masa menopause, serta terapi bermain untuk anak.

Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi konsultasi dan diskusi. Berbagai pertanyaan yang disampaikan masyarakat menunjukkan tingginya kebutuhan terhadap edukasi kesehatan yang berkelanjutan, sekaligus menjadi masukan berharga bagi pengembangan program pengabdian UMPP di masa mendatang.

Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pengumpulan data awal untuk pengembangan penelitian kolaboratif internasional. Dengan demikian, pengabdian kepada masyarakat tidak hanya memberikan dampak sosial, tetapi juga mendukung pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kebutuhan masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama PERMAI Brunei Darussalam, UMPP berharap dapat terus memperluas kontribusinya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia di luar negeri sekaligus mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan komunitas diaspora Indonesia.

Ke depan, kerja sama ini akan dikembangkan melalui berbagai program multidisiplin yang melibatkan lebih banyak program studi sehingga manfaat yang diberikan kepada masyarakat semakin luas dan berkelanjutan.

 

Kutipan Al-Quran :

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh. (QS. Fussilat: 44).

Berita Lain