UMPP Gelar Coaching Clinic PKM 2026, Bekali Mahasiswa Susun Proposal Berkualitas
Friday, 06 March 2026
Pekalongan – Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menggelar kegiatan Coaching Clinic Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026 pada Rabu (5/3/2026) di Gedung Rektorat lantai 7. Kegiatan ini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi dan menghadirkan narasumber Lia Dwi Prafitri, SST., MPH yang memberikan pembekalan terkait strategi penyusunan proposal PKM sesuai pedoman yang berlaku.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor III UMPP, Aslam Fatkhudin, S.Kom., M.Kom. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Program Kreativitas Mahasiswa merupakan salah satu wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, sekaligus membuka peluang meraih prestasi di tingkat nasional.
Ia juga berharap semakin banyak mahasiswa UMPP yang berpartisipasi dalam program tersebut melalui pengajuan proposal setiap tahunnya. Selain berfokus pada perkuliahan, mahasiswa juga haru aktif mengikuti berbagai kegiatan kampus agar memiliki pengalaman yang lebih luas serta mampu mengembangkan potensi diri.
Dalam sesi materi, narasumber Lia Dwi Prafitri memaparkan sejumlah hal penting yang perlu diperhatikan dalam penyusunan proposal PKM. Ia menjelaskan bahwa tidak sedikit proposal mahasiswa yang sebenarnya memiliki ide menarik, namun belum dapat melanjutkan ke tahap penilaian berikutnya karena belum memenuhi ketentuan teknis yang tercantum dalam buku panduan.
Menurutnya, aspek teknis seperti format penulisan, jumlah halaman, penomoran halaman, hingga penggunaan jenis huruf dan margin sering kali kurang diperhatikan oleh mahasiswa. Padahal, hal tersebut merupakan bagian awal yang diperiksa dalam proses seleksi proposal.
“Biasanya yang diperhatikan terlebih dahulu adalah kesesuaian sistematika penulisan atau layout proposal. Jika sejak awal tidak sesuai dengan pedoman, proposal dapat gugur sebelum masuk pada tahap penilaian substansi,” jelasnya.
Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari mahasiswa Program Studi S1 Manajemen yang sebelumnya mengikuti asistensi proposal PKM yang diselenggarakan oleh LLDIKTI Wilayah VI di Semarang. Dalam sesi tersebut disampaikan pentingnya memahami setiap skema PKM agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan jenis program yang diajukan, termasuk dalam membedakan program yang bersifat profit maupun non-profit.
Mahasiswa juga diingatkan untuk lebih menonjolkan kebutuhan mitra atau sasaran program sehingga kegiatan yang dirancang tidak hanya berangkat dari ide kelompok, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Antusiasme peserta terlihat pada sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa dari berbagai program studi mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari pemilihan skema PKM hingga penyusunan anggaran program. Menanggapi hal tersebut, narasumber mengingatkan agar anggaran program disusun secara realistis dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta harga yang berlaku di pasaran.
Melalui kegiatan Coaching Clinic PKM 2026 ini, diharapkan mahasiswa UMPP semakin memahami strategi penyusunan proposal PKM sesuai pedoman serta terdorong untuk berpartisipasi aktif dalam ajang PKM di tingkat nasional.