UMPP Gelar Sosialisasi Manajemen Risiko bagi Mahasiswa

Wednesday, 08 April 2026

Oleh Humas UMPP

Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)

Pekalongan, 08 April 2026 — Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Manajemen Risiko untuk Mahasiswa pada Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting mulai pukul 08.00 hingga 09.30 WIB.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya manajemen risiko dalam lingkungan akademik maupun kegiatan organisasi di kampus. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengenali berbagai potensi risiko yang dapat muncul selama proses perkuliahan dan aktivitas kemahasiswaan.

Hadir sebagai pemateri Panca Kurniati, S.E., M.Sc., selaku Ketua Gugus Mutu Fakultas Ekonomika dan Bisnis UMPP. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa manajemen risiko merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi berbagai tantangan, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan profesional.

Menurutnya, pemahaman tentang risiko dapat membantu mahasiswa dalam mengambil keputusan yang tepat, meminimalkan hambatan, serta meningkatkan kemampuan problem solving di berbagai situasi.

“Mahasiswa perlu memiliki kesadaran terhadap berbagai risiko yang mungkin muncul, sehingga mampu mengambil langkah antisipatif dan solusi yang tepat,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UMPP dalam meningkatkan mutu pendidikan serta membangun budaya akademik yang lebih siap dan adaptif terhadap perubahan. Melalui sosialisasi ini, kampus berharap mahasiswa dapat lebih memahami pentingnya manajemen risiko sebagai bekal dalam proses belajar maupun di dunia kerja nantinya.

Sebagai penutup dari seluruh rangkaian materi, Bu Panca menyampaikan closing statement bahwa risiko bukanlah sesuatu yang harus dihindari, melainkan sesuatu yang perlu dikenali, dipahami, dan dikelola dengan baik.

“Keberhasilan bukan ditentukan oleh ada atau tidaknya risiko, tetapi oleh bagaimana kita sebagai mahasiswa menyikapi dan mengelolanya,” tuturnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan utama bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan dengan sikap yang bijak, terencana, dan solutif.