PCC Farmasi UMPP Terima Kunjungan Study Club Pharmacy UAD

Pekalongan – Patient Counseling Community (PCC) Program Studi Sarjana Farmasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menerima kunjungan Study Club Pharmacy Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam kegiatan Studi Banding Pharmacy Club 2025 yang dilaksanakan pada Sabtu, 29 November 2025. Kegiatan studi banding ini bertujuan untuk mempererat hubungan kelembagaan antarorganisasi kemahasiswaan kefarmasian, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan peningkatan kompetensi anggota dalam pengelolaan komunitas. Rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung Rektorat Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan.

Acara dibuka dengan pembacaan kalam ilahi, dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Program Studi Sarjana Farmasi UMPP, apt. St. Rahmatullah, S.Farm., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kegiatan kolaboratif antarperguruan tinggi Muhammadiyah sebagai upaya memperkuat jejaring dan meningkatkan kualitas organisasi kemahasiswaan di bidang kefarmasian.

Kegiatan juga diisi dengan sambutan dari perwakilan organisasi, yakni Ketua PCC UMPP Izza Rotulmila, Ketua Pharmacy Club UAD Feno Rasendria Hanif, serta Ketua Pelaksana Rendy Nugroho. Masing-masing menyampaikan harapan agar kegiatan studi banding ini dapat menjadi sarana belajar bersama dan membuka peluang kerja sama berkelanjutan. Rangkaian inti kegiatan meliputi pemaparan program kerja dari PCC UMPP dan Pharmacy Club UAD, dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD) yang membahas strategi pengembangan organisasi, penguatan peran komunitas kefarmasian, serta inovasi kegiatan yang berdampak bagi mahasiswa dan masyarakat. 

Usai agenda utama, rombongan melanjutkan kegiatan keakraban dengan mengunjungi beberapa ikon Kota Semarang, seperti Lapangan Pancasila Simpang Lima dan Masjid Raya Semarang. Melalui kegiatan studi banding ini, PCC Farmasi UMPP berharap dapat terus memperluas jejaring kerja sama, meningkatkan kualitas organisasi, serta memperkuat peran mahasiswa farmasi dalam pengembangan komunitas kefarmasian yang profesional dan berdaya saing.

 

Kontributor:

apt. St. Rahmatullah, S.Farm., M.Si.

Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

 

Kutipan Al-Quran :

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh. (QS. Fussilat: 44).

Berita Lain