FASTIKOM UMPP, Masta IMM Al Fatih 2026: Membangun Kader Mahasiswa yang Cerdas, Kritis, dan Humanis
Thursday, 03 September 2026
PEKALONGAN — Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Al Fatih Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (Fastikom) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menggelar Masa Ta'aruf (Masta) IMM tahun 2026, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer tersebut mengusung tema “Mewujudkan Kader IMM yang Cerdas, Kritis, dan Humanis melalui Kolaborasi, Inovasi, serta Pengabdian untuk Negeri.”
Masta menjadi salah satu momentum penting dalam proses pengenalan dan kaderisasi mahasiswa baru terhadap Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan organisasi, tetapi juga diarahkan untuk memahami nilai-nilai keislaman, kemuhammadiyahan, intelektualitas, humanitas, serta tanggung jawab sosial sebagai mahasiswa Muhammadiyah.
Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Dekan Fastikom UMPP Khoirul Anam, S.T., M.T., Masyhudi S.Ag. dari PCM Kajen, Pembina PK IMM Al Fatih Agung Dwi Hanggoro, Koordinator Komisariat IMM UMPP, Pimpinan Cabang IMM Pekalongan, serta sejumlah dosen Fastikom UMPP.
Ketua panitia Masta IMM Al Fatih 2026, Cahya Khoirunisa, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa Masta merupakan ruang awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat IMM sekaligus membangun semangat kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Muhammadiyah.
Sementara itu, Ketua PK IMM Al Fatih Bil Ba'di Mitsaqon turut memberikan sambutan dan menegaskan pentingnya kaderisasi sebagai bagian dari keberlanjutan gerakan mahasiswa Muhammadiyah di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Dekan Fastikom UMPP Khoirul Anam menekankan bahwa mahasiswa Muhammadiyah tidak boleh menjadikan perkuliahan semata-mata sebagai jalan untuk memperoleh ijazah.
“Mahasiswa jangan hanya berorientasi mendapatkan ijazah. Di kampus, mahasiswa juga harus belajar tentang pengetahuan spiritual dan sosial,” pesannya.
Menurutnya, mahasiswa Muhammadiyah memiliki karakter yang khas karena tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan kehidupan umat.
Nilai intelektualitas, humanitas, dan religiusitas menjadi bagian penting yang perlu terus dibangun dalam diri mahasiswa Muhammadiyah. Ketiganya diharapkan mampu menjadi fondasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Mahasiswa harus memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga mempunyai nilai kemanusiaan dan religiusitas. Inilah yang menjadi ciri khas mahasiswa Muhammadiyah,” lanjutnya.
Masta IMM Al Fatih 2026 diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2026 Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer UMPP. Selain menjadi sarana ta'aruf, kegiatan tersebut juga menjadi ruang awal untuk menumbuhkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya organisasi dalam membentuk karakter, kepemimpinan, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam rangkaian kegiatan, peserta mendapatkan sejumlah materi yang berkaitan dengan soft skill dan ke-IMM-an. Materi tersebut disampaikan oleh kader dan pimpinan dari PC IMM Pekalongan, di antaranya Syifa Ma'ruf, M.Pd., dan Abdul Mubarok, S.HI.
Melalui Masta, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya menjadi mahasiswa yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keberanian untuk berpikir kritis, kemampuan berkolaborasi, serta kepedulian terhadap persoalan masyarakat.
IMM sebagai organisasi otonom Muhammadiyah di lingkungan mahasiswa memiliki peran strategis dalam membentuk generasi intelektual yang memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Islam dan kemanusiaan. Karena itu, proses kaderisasi menjadi bagian penting untuk menyiapkan mahasiswa agar mampu menjadi generasi penerus yang berilmu, berintegritas, dan siap memberikan pengabdian bagi bangsa.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Masta IMM Al Fatih 2026 yang menempatkan kolaborasi, inovasi, dan pengabdian sebagai bagian dari proses pembentukan kader.
Dari lingkungan kampus, kader IMM diharapkan mampu membawa semangat perubahan ke tengah masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan sosial, tetapi hadir sebagai bagian dari solusi dengan bekal ilmu pengetahuan, nilai keislaman, serta semangat kemanusiaan.
Masta pun menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal IMM lebih dekat, menemukan ruang aktualisasi diri, sekaligus mempersiapkan diri menjadi kader Muhammadiyah yang mampu mengintegrasikan kecerdasan akademik dengan kepedulian sosial dan nilai-nilai keagamaan.