Kuliah di UMPP Bisa Ikut Riset Hibah Kemendiktisaintek dan Dikonversi ke Mata Kuliah
Monday, 26 October 2026
PEKALONGAN – Kuliah tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), mahasiswa memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan dosen melalui hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendiktisaintek RI).
Menariknya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengalaman penelitian dan pengabdian secara nyata, tetapi juga berpeluang mendapatkan rekognisi atau konversi ke mata kuliah yang tercantum dalam Kartu Rencana Studi (KRS) sesuai dengan ketentuan akademik dan kurikulum program studi.
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, UMPP menyelenggarakan Pertemuan Konversi Mata Kuliah Mahasiswa MBKM Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat pada Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di Ruang Meeting 2 Lantai 3 Gedung Rektorat UMPP.
Pertemuan ini melibatkan unsur pimpinan universitas, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), pimpinan fakultas dan program studi, dosen, serta mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan UMPP.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen UMPP dalam mengembangkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang menghubungkan pengetahuan akademik dengan penerapannya di dunia nyata.
Dosen UMPP Raih Hibah Kemendiktisaintek 2026
Kesempatan mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat didukung oleh keberhasilan dosen UMPP memperoleh pendanaan hibah Kemendiktisaintek RI Tahun 2026.
Berdasarkan pengumuman LPPM UMPP pada April 2026, sebanyak lima dosen berhasil memperoleh hibah penelitian dan enam dosen memperoleh hibah pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai skema pendanaan.
Dosen penerima hibah penelitian meliputi:
- Bdn. Risqi Dewi Aisyah, SST., MPH, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, skema Penelitian Fundamental Reguler (PFR).
- Dr. Rita Dwi Hartanti, M.Kep., Ns., Sp.Kep.MB, Program Studi Sarjana Keperawatan, skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
- apt. Riska Kurnia Oktaviani, M.Farm, Program Studi Sarjana Farmasi, skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
- Ardhia Pramesti Amalia, S.Ftr., Ftr., M.K.M, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi, skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
- Siti Sardianti DT, S.Tr.Kes., M.Fis, Program Studi Sarjana Fisioterapi, skema Penelitian Dosen Pemula (PDP).
Sementara itu, dosen penerima hibah pengabdian kepada masyarakat meliputi:
- Bdn. Risqi Dewi Aisyah, SST., MPH, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, skema Pemberdayaan Desa Binaan (PDB).
- Nur Kholidah, SE.Sy., ME, Program Studi Sarjana Ekonomi Syariah, skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
- Bdn. Suparni, SST., M.Kes, Program Studi Sarjana Kebidanan, skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
- Firman Faradisi, Ns., MNS, Program Studi Diploma III Keperawatan, skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
- Bdn. Nur Intan Kusuma, SST., M.Keb, Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
- Ir. Ghoni Musyahar, ST., M, Program Studi Sarjana Teknik Elektro, skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM).
Keberhasilan para dosen tersebut tidak hanya memperkuat produktivitas penelitian dan pengabdian UMPP, tetapi juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung bersama tim dosen penerima hibah.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dapat terlibat sesuai dengan peran dan tanggung jawab masing-masing, mulai dari perencanaan kegiatan, pengumpulan data, pelaksanaan program di masyarakat, dokumentasi, pengolahan data, hingga penyusunan laporan dan luaran kegiatan.
Wakil Rektor I: Mahasiswa Harus Memiliki Pengalaman Nyata Sebelum Lulus
Wakil Rektor I UMPP, Dr. Mokhamad Arifin, M.Kep., menekankan pentingnya integrasi antara pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan kualitas pendidikan tinggi.
“Pembelajaran di perguruan tinggi tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan teori. Mahasiswa juga perlu mendapatkan kesempatan untuk menerapkan pengetahuannya dalam kegiatan nyata. Melalui keterlibatan dalam penelitian dan pengabdian dosen penerima hibah Kemendiktisaintek, mahasiswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi, dan menyelesaikan permasalahan di masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian yang terintegrasi dengan proses akademik merupakan langkah untuk memperkuat relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
“UMPP mendorong agar berbagai aktivitas akademik yang dilaksanakan dosen dapat memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa. Ketika mahasiswa ikut berkontribusi dalam penelitian dan pengabdian, mereka tidak hanya memperoleh pengalaman, tetapi juga dapat mencapai kompetensi pembelajaran yang relevan dengan program studinya. Inilah pembelajaran yang ingin terus kami kembangkan di UMPP,” tambahnya.
Kepala Biro Pengembangan dan MBKM: Pengalaman Mahasiswa Dapat Diakui sebagai Capaian Pembelajaran
Kepala Biro Pengembangan dan MBKM UMPP, Irnawati, S.Kep., Ns., M.M.R., Ph.D. , menjelaskan bahwa rekognisi kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu upaya universitas dalam memberikan fleksibilitas pembelajaran tanpa mengabaikan standar akademik.
“Mahasiswa yang terlibat dalam penelitian dan pengabdian dosen sebenarnya sedang menjalani proses pembelajaran yang sangat berharga. Mereka belajar menyusun kegiatan, berinteraksi dengan masyarakat, mengumpulkan dan mengolah data, bekerja dalam tim, hingga menghasilkan luaran. Kompetensi tersebut dapat dipetakan dengan capaian pembelajaran mata kuliah sehingga aktivitas yang memenuhi ketentuan dapat memperoleh rekognisi akademik,” jelas Irnawati.
Ia menegaskan bahwa proses konversi tidak dilakukan secara otomatis, melainkan melalui pemetaan dan verifikasi oleh program studi berdasarkan kesesuaian aktivitas mahasiswa dengan capaian pembelajaran mata kuliah.
“Prinsipnya bukan sekadar mengganti perkuliahan dengan kegiatan di luar kelas, tetapi memastikan bahwa mahasiswa benar-benar memperoleh kompetensi yang setara. Karena itu, keterlibatan mahasiswa harus terencana, terdokumentasi, dapat dievaluasi, dan sesuai dengan capaian pembelajaran mata kuliah yang akan dikonversi,” tambahnya.
Irnawati juga menyampaikan bahwa pengembangan MBKM mandiri di tingkat universitas memberikan ruang bagi UMPP untuk mengoptimalkan berbagai kegiatan tridarma sebagai sumber pengalaman belajar mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa UMPP memahami bahwa belajar tidak hanya terjadi ketika duduk di ruang kuliah. Ketika mahasiswa ikut dalam penelitian dosen, turun ke masyarakat, menyelesaikan persoalan nyata, dan menghasilkan karya, mereka juga sedang belajar. Melalui mekanisme konversi, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan akademik mahasiswa tanpa harus mengulang pembelajaran yang kompetensinya sudah tercapai,” jelasnya.
Pengalaman Nyata, Sekaligus Mendukung Penyelesaian Studi
Melalui kegiatan penelitian dan pengabdian, mahasiswa mendapatkan kesempatan mengembangkan berbagai kompetensi, seperti kemampuan berpikir kritis, menerapkan metode ilmiah, berkomunikasi dengan responden atau masyarakat, memecahkan masalah, serta berkolaborasi dalam tim multidisiplin.
Kegiatan yang memenuhi ketentuan akademik dapat direkognisi ke mata kuliah yang relevan berdasarkan hasil pemetaan program studi.
Dengan mekanisme tersebut, pengalaman mahasiswa di luar kelas dapat menjadi bagian dari proses akademik, bukan kegiatan tambahan yang terpisah dari pembelajaran.
Pengakuan akademik ini juga memungkinkan mahasiswa mengoptimalkan kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung pemenuhan capaian pembelajaran dan penyelesaian studi sesuai kurikulum.
Mahasiswa Lintas Program Studi Berkesempatan Berkolaborasi
Dalam agenda pertemuan konversi mata kuliah, mahasiswa yang terlibat berasal dari berbagai program